
FMEA (Failure Mode Effect Analysis) merupakan teknik analisis risiko yang paling umum digunakan pada industri manufaktur otomotif. FMEA adalah salah satu bagian dari Quality Tools atau Core Tools. Fungsi FMEA adalah digunakan untuk menganalisis potensi kegagalan produk. Awalnya FMEA dikembangkan oleh militer Amerika pada akhir 1940-an. Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak organisasi yang menggunakan FMEA sebagai alat analisis risiko. Pada tahun 1993 AIAG (Automotive Industry Action Group) memasukkannya ke dalam standar Sistem Manajemen Mutu QS9000 untuk diterapkan pada industry manufaktur otomotif. Sejak November 2016, Sistem Manajemen Mutu industry otomotif dikenal dengan nama IATF 16949:2016.
Handbook FMEA 4th edition AIAG sejak Juni 2019 telah berubah menjadi New FMEA AIAG and VDA 1st edition. Dalam buku the New FMEA AIAG and VDA 1st edition dilakukan penggabungan teknik terbaik dari metodologi yang selama ini dilakukan oleh AIAG dan VDA, sehingga format FMEA yang terbaru saat ini merupakan kombinasi dari keduanya. Pada FMEA yang terbaru, terdapat enam tahapan analisis dan tahapan terakhirnya adalah dokumentasi hasil.
Mengacu pada 7 Tahapan New FMEA diatas, Teknik analisis pada tahapan kedua ini, dibuat lebih detail dari sebelumnya sehingga permasalahan dapat terlihat lebih rinci. Struktur analisis dibagi menjadi 3 kolom, perhatikan perbandingan kolom FMEA sebelumnya dengan New FMEA AIAG and VDA.

Struktur analisis membagi sebuah proses menjadi sub-sub proses. Sub proses dapat diperoleh dengan mengidentifikasi jenis aktifitas pekerjaan secara terperinci, seperti contoh dibawah ini :

Process Item : Terdapat satu prosess yaitu Assembly Part Complete
Dalam satu meja kerja yang dilakukan oleh 1 orang operator. Operator tersebut melakukan pekerjaan assy yang terdiri dari part, yaitu 2 buah bearing, 1 buah shaft, 1 buah housing, 1 buah nut. Maka dari kondisi diatas, dapat dikatakan ‘Assembly Part Complete’ merupakan satu buah flow proses. Inilah yang menjadi Process Item.
Process Step : Terdapat 5 buah tahapan proses yaitu OP-10 sd OP-50

Jika dirinci per aktifitas pada pekerjaan proses tersebut, akan teridentifikasi 5 buah tahapan pekerjaan. 5 Tahapan pekerjaan ini yang nantinya akan menjadi Process Step. Jumlah proses yang akan dianalisis adalah 5 buah, sehingga analisis menjadi lebih detail. Ke 5 tahap proses diatas dimasukkan ke dalam baris tabel FMEA, sehingga jumlah baris di kolom Process Step menjadi 5.
Jika mengacu pada teknik FMEA sebelumnya, proses yang dianalisis hanya 1 proses saja, yaitu yang terisi di kolom Process Item. Oleh karena itu metode New FMEA sekarang ini lebih rinci dan ebih baik dari sebelumnya.
Semoga bermanfaat dan semakin memahami perubahan dari New FMEA, yang merupakan bagian dari Quality Tools atau Core Tools sebagai alat analisis. Ingin tahu lebih banyak, apa saja yang berubah? Dan apa yang membedakan FMEA sebelumnya (Edisi keempat) dengan the New FMEA AIAG and VDA?
Ikuti Seminar NEW FMEA AIAG and VDA pada 27 Agustus 2019.
