Hotel Zuri Express Lippo Cikarang
Jl. Kemang Raya, Sukaresmi, Cikarang Sel., Bekasi, Jawa Barat 17530 Kota Bekasi
Rp 8.000.000 Rp 7.000.000
Mengacu pada sistem evolusi mutu yang terfokus pada pencegahan (mengatasi masalah sebelum masalah tersebut terjadi), maka teknologi mutu yang berkembang saat ini lebih difokuskan untuk bisa membantu perusahaan melakukan analisa terhadap “Potensi Masalah”. Untuk itulah kemudian dikembangkan alat analisa pencegahan yaitu FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Tools ini digunakan dengan tujuan untuk mengendalikan “Penyebab Defect” yang ada pada proses produksi.
Salah satu metode inspeksi terhadap karakteristik produk yaitu dengan metode sampling. Metode sampling tidak melakukan pemeriksaan produk secara menyeluruh, lalu bagaimana kita bisa me-yakinkan customer bahwa hasil sampling produk dan sudah dinyatakan OK bisa mewakili keseluruhan produk yang dikirimkan..? Oleh karena itulah diperlukan alat bantu analisa SPC (Statistical Process Control) untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat dan akurat.
Keputusan yang diambil berdasarkan hasil pengukuran, hasil pengukuran tergantung dari kualitas sistem pengukuran. Ketika hasil pengukuran menyatakan bahwa produk masuk kedalam range spesifikasi, maka kita menyatakan bahwa produk tersebut OK. Ketika produk tidak masuk kedalam range spesifikasi, maka kita menyatakan bahwa produk tersebut NG. Namun pernahkah kita meragukan hasil pengukuran tersebut? Apa akibatnya? Bisa terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Produk OK dinyatakan NG atau sebaliknya. Atas dasar itulah dikembangkan alat analisa Sistem Pengukuran / MSA (Measurement System Analysis), tujuan MSA adalah untuk memastikan bahwa sistem pengukuran yang dilakukan menghasilkan data yang akurat, setiap kali pengukuran dilakukan, oleh siapapun inspectornya. Atau dengan kata lain MSA bisa dikatakan sebagai alat validasi sistem pengukuran.
Belajar dari sejarah dimana banyak perusahaan yang mengabaikan sistem perencanaan, yang berdampak pada banyaknya masalah setelah proses produksi masal dilakukan, oleh karena itu IATF 16949 mengajarkan kita untuk lebih fokus pada perencanaan untuk mempersiapkan proses produksi yang baik sejak awal proses produksi masal dilakukan. Oleh karena itu diperlukan APQP (Advance Product Quality Planning) sebagai project manajemen yang diterapkan pada saat development produk baru.
Ketika perusahaan bisa mengirimkan sample produk yang baik, apakah perusahaan bisa menjamin bahwa setelah produksi masal mampu mengirim produk yang baik dengan konsisten...??? Tentunya acuan approval sample saja tidak cukup, banyak faktor masalah yang belum terlihat selama proses pembuatan sample, yang kemudian baru muncul setelah pelaksanaan proses produksi masal. Oleh karena itu diperlukan PPAP (Production Part Approval Process), untuk memastikan proses produksi secara masal sudah stabil dan mampu.
Melalui training ini, Sentral Sistem Consulting memberikan training Core Tools dengan tujuan supaya perusahaan bisa mengetahui konsep dasar serta tujuan dari penerapan FMEA, SPC, MSA, APQP dan PPAP.
AGENDA TRAINING :
TUJUAN & MANFAAT TRAINING :
MENGAPA MEMILIH KAMI ?
SASARAN PESERTA :
Departemen Engineering, PPIC, Produksi, QC/QA, Marketing, Maintenance
Call : Novi & Silvi 082121219252